KECERDASAN EMOSIONAL DI TEMPAT KERJA

Lulu baru saja menemukan sebuah video lucu dan bermaksud menunjukkannya kepada Cucu. Akan tetapi saat Cucu tiba, Lulu melihat bahwa Cucu sedang tidak bersemangat dan menunjukkan ekspresi marah. Alih-alih menunjukkan video yang tadi ia temukan, Lulu menjadi pendengar untuk keluh kesah Cucu pada pagi itu.

Saat melihat ilustrasi di atas, kita bisa melihat bahwa Lulu adalah seorang teman yang baik. Ternyata tidak hanya itu, aksi yang ditunjukkan Lulu adalah sebuah bentuk kesadaran sosial atau kepekaan sosial yang dikeluarkan dalam bentuk empati, peka terhadap emosi orang lain, serta memperlakukan orang lain sesuai dengan reaksi emosional orang tersebut.

Kesadaran sosial adalah salah satu komponen dari kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional sendiri adalah kemampuan individu dalam dalam menggunakan emosi (diri sendiri maupun orang lain) dengan baik. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik mampu mengontrol emosi, peka terhadap perasaan orang lain, dan sebagainya.

Kecerdasan emosional menjadi salah satu aspek penting yang perlu dimiliki oleh individu selain kecerdasan kognitif. Saat kecerdasan kognitif memperlihatkan kemampuan individu seperti memori, pemecahan masalah, dan sebagainya, kecerdasan emosional memperlihatkan kemampuan individu dalam membangun hubungan dengan lingkungannya. Dalam konteks dunia kerja yaitu dengan rekan-rekan, atasan, dan timnya.

Lalu? Apa pentingnya kecerdasan emosional dalam konteks lingkungan kerja? Mari kita lihat ilustrasi selanjutnya.

Sio, seorang CEO perusahaan agensi periklanan memiliki sebuah agenda rapat dengan tim Product Development pagi ini. Sebelum memasuki ruangan, Sio sudah menyiapkan berbagai agenda yang berhubungan dengan bisnis. Akan tetapi di tengah berjalannya rapat Sio menyadari bahwa ada “kesunyian” kurang wajar yang ditunjukkan oleh karyawannya. Alih-alih memaksakan untuk membahas setiap agenda yang sudah disiapkan, Sio malah bertanya dan meminta setiap orang untuk mengungkapkan pendapat ataupun umpan balik. Pada akhir rapat, Sio kemudian mendapatkan jawaban dari “kesunyian” yang ada dan setiap karyawan merasa didengarkan.

Sebagai seorang pemimpin, Sio memiliki kecerdasan emosional yang baik dan tercermin dalam ilustrasi di atas. Bisa Anda bayangkan jika Sio tetap bersikeras melanjutkan rapat dengan pembahasan agenda yang sudah disiapkan.

Pada akhirnya, kecerdasan emosional bukanlah suatu yang bersifat mutlak melainkan dapat berubah dan diasah seiring bertambahnya usia dan kedewasaan. Oleh sebab itu, kami berharap Anda selalu memiliki sikap positif dan berusaha mengasah kecerdasan emosional Anda agar bisa berkembang dan menunjang pekerjaan serta kehidupan pribadi Anda.

Sukses selalu buat Anda dan tim!

30 Juli 2020

Antonius Baringan – Product Development Staff @Sarel Sentra Inspira.





“What are the next steps?”

Link to our Services https://www.sarel.co.id/our-services.html

Link to our Public Seminars https://www.sarel.co.id/public-seminars.html

or Contact us:

sarel@sarel.co.id | Phone (021) 4517458 / 458509571; HP 0878-7722-4521 | website: www.sarel.co.id

© 2021 PT Sarel Sentra Inspira. All Rights Reserved